DAHULU GUBERNUR YANG SALAH SEKARANG RAKYAT YANG SALAH

Musim hujan sudah datang, itu artinya untuk mereka yang tinggal di Jakarta pasti akan mengingat sebuah kata yang mungkin sangat mereka benci dan tidak mereka harapkan kehadiranya yaitu bernama “BANJIR”.

Bicara soal Banjir di Jakarta, rata-rata orang yang mengalami musibah banjir, biasanya akan mencari tahu kira-kira apa yang menyebabkan banjir di Jakarta?

Saat kita sudah bicara soal apa penyebab banjir, disinilah biasanya sering menimbulkan perdebatan dan tidak jarang saling menyalahkan serta mencari “kambing hitam” siapa yang layak dan pantas DISALAHKAN?

Jika sudah bicara saling mencari siapa yang salah, maka yang sudah bisa dipastikan masing-masing pihak sudah sulit untuk melihat diri mereka masing-masing untuk melakukan koreksi diri.

Yang saya maksud koreksi diri terkait masalah banjir disini yaitu, sebuah kesadaran dari masing-masing individu warga negarakhususnya warga DKI Jakarta dan sekitarnya untuk mencoba BERANI koreksi diri dan berani bertanya pada diri sendiri “apakah banjir ini kesalahan orang lain atau kesalahan saya yang juga menjadi penyebab atas musibah banjir di Jakarta?”.

Jangan-jangan seringkali kita berkoar-koar menyalahkan orang lain akan tetapi kita tidak pernah sadar jika kita selalu buang sampah sembarangan, malas membersihkan sampah-sampah di got sekitar rumah kita, dan kebiasaan-kebiasaan buruk lainya yang ternyata bisa menjadi penyebab banjir yang seringkali datang di setiap musim penghujan.

Bicara Banjir sudah bisa dipastikan TIDAK MUNGKIN hanya disebabkan oleh satu orang saja.

Semua pihak yang tinggal di Jakarta dan di sekitar Jakarta sangat mungkin menjadi bagian dari terjadinya banjir di Jakarta.

Pihak-pihak yang memungkinkan untuk menjadi penyebab terjadinya banjir yaitu diantaranya:

Warga yang selalu membuang sampah sembarangan

Ini sudah diajarkan sejak kita kecil bahwa dengan membuang sampah sembarangan bisa dipastikan bisa menyebabkan banjir. Jika yang membuang sampah hanya satu orang saja mungkin tidak terlalu cepat terasa. Tapi bayangkan jika semua warga Jakarta setiap hari bahkan setiap menit dan detik selalu ada yang membuang sampah sembarangan di jalan, di sungai, di got, dan di tempat-tempat lainya, maka dipastikan saat hujan sampah-sampah itu akan menumpuk dan menyumbat dan menghalangi aliran air. Jika sudah begitu, jangan terkejut jika saat hujan pasti akan terjadi banjir.

Saluran Drainase, Jumlah Resapan dan Sungai yang Kurang Baik

Penyebab banjir salah satunya yaitu saluran drainase dan aliran sungai yang tidak baik. Kondisi baik tidaknya saluran drainase dan sungai bisa dilihat dengan mata telanjang biasa atau berdasarkan analisa.

Bisa dilihat dengan mata telanjang maksudnya secara fisik kita bisa melihat apakah saluran drainase atau aliran sungai sudah dikelola dengan baik atau belum. Misalnya aliran sungai dan saluran drainase dibuat terlalu dangkal dengan bangunan yang sangat rapuh. Jika kondisi seperti itu berarti menunjukan jika saluran drainase dan sungai tersebut buruk dan itu bisa dilihat langsung.

Cara lain untuk menentukan sebuah saluran drainase dan aliran sungai dinyatakan buruk tidaknya bisa dilihat dengan menganalisa secara keilmuan. Cara ini tentunya harus dilakukan oleh ahlinya. Caranya bisa dengan menganalisa antara luas seluruh area DKI Jakarta dan sekitarnya kemudian membandingkan dengan jumlah resapan yang kemudian disesuaikan dengan debit air hujan setiap datang musim hujan.

Jika dibuatkan secara perbandingan yang tepat, maka saat membuat saluran drainase bisa disesuaikan dengan hasil analisa tersebut. Jika jumlah saluran drainase dan aliran sungai tidak sebanding dengan jumlah debit air hujan, maka bisa dipastikan jika saluran drainase dan aliran sungai tersebut buruk sehingga bisa menyebabkan terjadinya banjir. Hal ini diperburuk dengan kebiasaan warga yang membuang sampah sembarangan sehingga hal itu bisa menyempurnakan menjadi penyebab terjadinya banjir.

Sebenarnya kalau mencari penyebab dan kesalahan orang lain masih banyak dan sangat mudah dan menemukanya. Tapi itu selamanya tidak akan pernah selesai selama pola pikir yang ada di otak kita hanya mencari kesalahan orang lain dan faktor lain dalam diri kita.

Jika sudah seperti itu, maka yang terjadi selamanya akan terbagi dua kelompok yang selamanya hanya berfikir saling menyalahkan. Kedua kelompok yang saling menyalahkan tersebut secara garis besar terbagi menjadi 2 kelompok.

  • Kelompok yang Selalu Menyalahkan Gubernur yang Tidak Bisa Mengurus Jakarta.

Kelompok ini biasanya terbentuk karena faktor yang beragam, diantaranya mereka orang-orang politik lengkap dengan balatentara fanatik-fanatik partai yang siap mati untuk partainya, yang bisa dipastikan sangat mungkin akan selalu memanfaatkan isu banjir ini untuk menjatuhkan gubernur yang berkuasa.

Kelompok lain yang berfikir untuk menyalahkan Gubernur biasanya sekelompok orang yang tidak mau koreksi diri mereka yang penting mereka sudah pilih seorang Gubernur Jakarta, jadi tahu atau tidak masalah penyebabnya yang penting Gubernur yang salah titik. Padahal tanpa disadari justru penyumbang tertinggi terjadinya banjir sangat mungkin justru karena kebiasaan warga yang suka buang sampah sembarangan di setiap harinya.

Ada juga kelompok yang lainya yang tetap bersikukuh bahwa penyebab banjir tetap salah Gubernur yaitu sekelompok warga yang memang sudah melakukaan cara hidup sehat dengan membuang sampah pada tempatnya, selalu rajin membersihkan lingkunganya akan tetapi kok masih banjir maka mereka wajar menganggap jika dirinya tidak menjadi penyebab atas banjir sehingga Gubernurlah yang mereka anggap salah.

  • Sekelompok Warga yang Berani Mengakui Jika Dirinyalah Bagian dari Penyebab Banjir di Jakarta dan Aktif Memberi Solusi.

Untuk menemukan kelompok yang seperti ini sangat sulit, dan jumlahnya bisa dikatakan sedikit. Hal ini terbukti dengan masih seringnya banjir di Jakarta, itu artinya orang yang lebih sadar diri untuk koreksi diri dan berbuat aktif memberi kontribusi untuk menyelesaikan masalah banjir jumlahnya masih sedikit daripada dengan jumlah orang yang kerjanya hanya menyalahkan orang lain tapi dirinya tidak pernah sadar dan merubah kebiasaan dirinya untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Kelompok yang seperti ini bukan berarti kelompok yang tidak pernah memberikan kritik kepada penguasa atau Gubernur. Kelompok yang seperti ini biasanya cara memberikan kritik dengan cara baik-baik meminta kepada Gubernur dan mereka juga menunjukan keseriusan untuk membantu Gubernur untuk mencari solusi atas banjir di Jakarta.

Contoh sederhananya cara orang-orang seperti ini misalnya dengan cara meminta Gubernur untuk membersihkan sungai di sekitar mereka atau minta dibuatkan irigasi yang lebih baguslagi.

Setelah sungai dibersihkan dan diberikan fasilitas irigasi yang sudah baik, mereka berjanji dan membuktikan untuk mulai saat itu tidak akan lagi membuang sampah sembarangan dan akan menjaga irigasi supaya tetap bersih.

Tulisan ini saya buat dengan tidak menyebutkan “merk” atau nama dengan harapan silahkan kalian sebagai warga Jakarta mau ingin bersikap menjadi orang yang seperti apa, itu urusan anda karena andalah yang tinggal di Jakarta, jadi rawatlah Jakarta dengan sebaik-baiknya dengan bekerjasama antara gubernur, warga, dan semuanya.

Sebagai warga yang tinggal diluar Jakarta, saya hanya bosan dan jenuh mendengarkan Ibu Kota Negara saya setiap musim hujan dan banjir yang ada diotak mereka hanya saling menyalahkan saja tapi tidak pernah berbuat untuk menjadi bagian dari seseorang yang berbuat aktif untuk memberikan solusinya.

Sudah saatnya sekarang warppm3 copyga Jakarta harus bekerjasama dan tidak perlu saling menyalahkan, apakah itu salah Gubernur atau Warga, yang pasti selama Jakarta masih terus banjir, maka antara Gubernur dan warga sama-sama berpeluang layak disalahkan. Maka solusinya, warga dan gubernur Jakarta harus jalin kerjasama sehingga pada saatnya nanti jika Jakarta tidak banjir, maka saya akan berani tegas katakan jika Gubernur dan warga Jakarta sudah benar semua :-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s