NAZARUDDIN

Nazaruddin Bisa Jadi Petunjuk KPK

nazaruddinJakarta-JP : Forum Indonesia Untuk Transparasi Anggaran (FITRA) menyerukan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons cepat informasi yang diungkap Nazaruddin terkait beberapa skandal proyek besar di Kementerian dan lembaga negara.

Pasalnya, menurut Koordinator Investigasi dan Advokasi FITRA, Ucok Sky Khadafi, meski tidak dijabarkan dalam berita acara pemeriksaan, info yang dikatakan Nazaruddin kepada publik, bisa dijadikan petunjuk awal untuk mencari bukti-bukti permulaan dugaan korupsinya.

“Sekarang bola ada di tangan KPK dan bagimana mereka akan mengelola penyataan Nazaruddin menjadi bukti untuk di bawa ke persidangan,” ujar Ucok, Ahad (4/8).

Kemudian, sambungnya, bila dalam penyelidikan ditemukan bukti-bukti kuat terkait keterlibatan petinggi partai yang juga sebagai anggota DPR, KPK tidak boleh ragu untuk mengusut. Temasuk bukti dugaan keterlibatan kerabat istana.

“Kalau bukti dan fakta hukumnya kuat, silahkan KPK langsung untuk menjerat. Tanpa tebang pilih,” ujarnya.

Seusai diperiksa KPK sebagai tersangka kasus dugaan pencucian uang pembelian saham PT Garuda Indonesia, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin kembali mengutarakan sejumlah dugaan korupsi besar di Indonesia yang ia ketahui.

Tak hanya proyeknya, Nazaruddin juga mengungkapkan siapa-siapa pelakunya dalam skandal pemakan uang rakyat tersebut.

Beberapa anggota DPR yang disebut Nazaruddin di antaranya, terkait kasus simulator SIM, Nazaruddin masih menyebut nama Wakil Bendum Golkar sekaligus anggota komisi III DPR, Bambang Soesatyo, anggota Komisi III DPR Aziz Syamsuddin, Wakil Ketua Komisi VI DPR Benny K Harman dan anggota Fraksi PDIP di DPR Herman Heri. Selain itu, nama baru juga muncul yakni, anggota DPR Fraksi PDIP Trimedya Panjaitan.

Sedangkan, Bandahara Umum Partai Golkar Setya Novanto, disebut terlibat skandal proyek pengadan e-KTP, proyek pengadaan dan distribusi seragam Hansip di Kementerian Dalam Negeri dan proyek pembelian pesawat Merpati.

Sementara pada kasus pembangunan gedung Ditjen Pajak, Nazaruddin  mengungkap bahwa “pemainnya” adalah Bendahara Umum PDIP yang juga menjabat sebagai pimpinan Banggar DPR, Olly Dondokambey.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s