fisi & misi calon walikota Padang IMAM

PROGRAM PEMBANGUNAN PASAR RAYA,TERMINAL KOTA PADANG, PASAR DAN TERMINAL SATELIT SERTA PEMBERDAYAAN TRANSPORTASI LAUT PADANG – JAKARTA

Mengamati kondisi pasar raya Padang sejak terjadinya bencana alam pada tahun 2009 yang lalu, memang cukup memprihatinkan dan menyedihkan. Hal ini dapat dilihat secara nyata, baik pada waktu pagi maupun sore harinya, dimana kondisi pasar raya sudah carut marut. Pasar tidak lagi jadi sebuah idaman bagi penduduk kota Padang dan focus pembelanjaan bagi orang-orang yang berdatangan diluar kota Padang atau dari berbagai pelosok di provinsi Sumatera Barat dan provinsi terdekat, seperti Bengkulu, Jambi dan Pekanbaru. Menyadari dengan baik problem yang terjadi pada pasar raya, maka itu sudah langkah awal dari sebuah solusi untuk membangun dan memberdayakan pasar raya sebagai basis ekonomi internal kota Padang.
Pembangunan pasar raya Padang adalah hal yang mutlak, karena kota Padang sebagai etalase provinsi Sumatera Barat, harus kembali tampil sebagai contoh, bagi daerah kota dan kabupaten lain se-Sumatera Barat. Untuk lima tahun kedepan pembangun dan pemberdayaan pasar raya Padang dan hal-hal yang berhubungan erat dengan pasar itu sendiri harus diselesaikan secara baik dan paralel. Untuk hidupnya pasar raya kota Padang, maka perlu dibangun pasar itu sendiri, terminal, terminal satelit dan pelabuhan Teluk Bayur. Secara garis besar dari berbagai komponen pendukung dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.Pembangunan Terminal Kota

Kondisi hari ini terlihat angkutan kota bebas berkeliaran sepanjang jalan yang jauh dari keteraturan dan kalau berhentipun sebagian pengendera angkot, terlihat para supir angkot seenaknya saja. Apabila hal ini tidak cepat dibenahi, maka kian hari kondisi kota Padang, semakin jauh dari citra sebuah kota yang diidamkan. Untuk itu sangat perlu dibangun terminal, dimana alternatif lokasi yang sangat memungkinkan adalah lokasi yang sekarang ditempati oleh kantor POLRESTA kota Padang. Duhulunya lokasi ini disamping kantor Polresta kota Padang, juga sebagai tempat terminal Bemo dan terminal angkot ke teluk Bayur, Bungus Teluk Kabung dan lain-lain.
Untuk itu kantor Polresta kota Padang harus dilakukan tukar guling yang lebih baik untuk Polresta sendiri, dimana kantor Polresta dipindahkan ke Gedung Pertemuan Bagindo Aziz Chan, yang sekarang di temapati oleh Dinas Pendidikan kota Padang. Sedang Dinas Pendidikan kota Padang dipindahkan ke kantor balai kota yang sekarang dan kantor balai kota Padang pindah ke kantor baru di Bypass.
Dasar pemikiran menggunakan tempat kantor Polresta tersebut cukup rasional dan realistis, antara lain adalah sebagai berikut:
a. Lokasi kantor Polresta tersebut sejalan atau masih satu lokasi dengan pasar raya dan lokasi ini sangat baik untuk dijadikan basis ekonomi dalam mensejahterakan masyarakat kota Padang.
b. Dapat memberikan kenyamanan bagi setiap orang yang beribadah di Masjid Muhammadiah dan sekalikus dapat menghormati dan menghargai para tetua-tetua orang Minang yang sudah berjuang dengan segala pengorbanan membuat sebuah tempat ibadah, yang menjadi kebanggaan orang Muslim di kota Padang.
c. Melihat kota ini berada dipinggir pantai, maka lokasi ini sangat strategis sekali menjadi terminal angkutan kota.
d. Dari sudut perhubungan kota, lokasi ini berada pada persimpangan kota yang hidup dan bila dikemas dengan baik dan teratur, maka suasana kian mengiurkan.
e. Memberikan kemudahan pada orang-orang yang berdatangan dari berbagai pelosok provinsi Sumatera Barat maupun di luar provinsi Sumatera Barat.

2.Pembangunan dan Pemberdayaan Pasar Raya Padang

Bagi orang Minang, pasar raya Padang adalah sebuah sejarah, kebanggaan dan pusat kota yang memberikan kemudahan dan petunjuk bagi setiap orang untuk pergi kemana-mana di sekeliling kota Padang. Di sisi lain pasar raya merupakan salah satu sentral ekonomi dan tempat refreshing bagi masyarakat kota Padang. Memahami hal itu dengan baik, maka pasar raya Padang wajib di tata dan diberdayakan secepatnya.
Upaya pembangunan pasar ini harus dilakukan secara bersama-sama atau dengan kata lain pasar kita untuk kita. Langkah awal yang harus dilakukan pemerintah kota adalah bertemu bersama dengan para pedagang, melalui perwakilan kelompok masing-masing yang sudah terbentuk sebelumnya. Pada pertemuan ini kata kuncinya adalah menerima aspirasi orang-orang pasar dalam membangun pasar raya kedepan sesuai dengan keinginannya. Kedua pembangunan pasar dilakukan dengan tidak memberatkan para pengusaha dalam mendapatkan tempat usahanya, ketiga memusyawarahkan strategi pembagian lokasi dari aspek komponen usaha. Keempat sama-sama menjaga kebersihan, kehindahan dan keamanan pasar. Kelima pemerintah dan pengusaha berpadu tangan dalam membangun dan berkorban dalam mensukseskan pembangunan pasar raya.
Apabila memungkinkan dapat dicontohkan, misalnya dalam membangunan pasar raya yang menjurus pada lokasi pasar sayur, maka sebaiknya pemerintah membeli bioskop raya yang sekarang hampir tidak aktif dengan efektif. Gedung bioskop itu didatarkan dan kembali ditata dan diatur menjadi tempat khusus pasar “Induk Sayur”. Begitulah untuk berbagai lokasi lain.
Dengan lokasi pasar raya Padang yang senyawa dan sejalan dengan terminal kota, maka diyakinkan pasar raya akan hidup dan Berjaya lebih baik dari pada sebelum dilanda bencana Gempa Bumi tahun 2009. Insya Allah suasana dapat dibayangkan begitu kondusif dengan ekonomi yang meningkat dengan baik.

3.Pembangunan dan Pemberdayaan Pasar Plasma dan Terminal Satelit

Dalam rangka memberikan percepatan dalam pembangunan ekonomi kerakyatan, diperlukan pembanguan infrastruktur dan pengembangan pasar plasma dan terminal satelit, diberbagai lokasi yang dianggap strategis. Melihat perubahan nilai-nilai yang bergeser semakin cepat, sehingga sulit dikontrol dan perubahan keinginan dan kebutuhan masyarakat diberbagai lini kehidupan yang semakin tinggi, maka pemerintah harus cepat tanggap. Apabila pemerintah jalan ditempat, tidak tertutup kemungkinan negeri akan dilanda berbagai musibah dan kerusakan besar, baik secara fisisk maupun moral.
Alternatif yang tepat, pemerintah harus memajukan diri selangkah lebih baik, artinya pemerintah harus berusaha berada sebagai “imam”. Untuk itu pemerintah harus melangkah lebih cepat dengan perencanaan yang matang dalam membangun negeri tercinta. Agar pembangunan ekonomi dapat berjalan dengan sukses dan lancar, maka sistem harus berjalan dengan baik. Hal ini juga berlaku pada pembangunan pasar raya padang dan terminal angkot yang akan dilakukan di lokasi kantor Polresta Padang. Untuk menghidupkan roda ekonomi pasar raya padang, maka segala sub-sistem yang dapat memperkuat kearah itu harus dibangun dan diberdayakan, antara lain adalah terminal satelit dan pasar plasma.
Pembangunan terminal satelit sama pentingnya dengan pembangunan terminal angkot di pasar raya padang. Terminal satelit berfungsi menampung bis-bis ukuran besar dan orang-orang yang berdatangan dari berbagai daerah, baik antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun antar kota antar provinsi (AKAP). Dari terminal satelit, para penumpang naik angkot ke pusat kota atau ke pasar raya padang dan dari pusat kota, baru penumpang bertebaran ke lokasi tempat tujuan mereka masing-masing, dengan menggunakan angkot.
Sesuai dengan kondisi kota padang yang alamnya indah dan menarik berada diantara gunung dan laut, maka sebagai ibu kota provinsi orang-orang daerah akan berdatangan dari tiga jalur darat. Pertama jalur dari utara, dimana jalan ini ditempuh oleh para pendatang dari Pariaman, Kab. Pariaman, Padang Panjang, Bukittinggi, Agam, Payakumbuh, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Aceh. Kedua jalur timur, jalan yang ditempuh para pendatang dari Solok, Kab. Solok, Solok Selatan, Sawahlunto, Sijunjung, Dharmasraya, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung dan Pulau Jawa. Ketiga jalur selatan, yaitu para pendatang dari Pesisir Selatan, Bengkulu, Lampung dan Pulau Jawa.
Ketiga jalur darat tersebut perlu disiapkan terminal satelit khusus untuk bis dan angkutan kota hanya untuk transit saja. Terminal satelit juga dilengkapi dengan ruko dan gudang-gudang penyimpanan, artinya di daerah terminal satelit, juga dibarengi dengan pasar plasma.

4.Pemberdayaan Transportasi laut Padang – Jakarta

Sesuatu yang sangat mengembirakan ketika menteri BUMN dan Gubernur Sumatera Barat meresmikan pelabuhan teluk bayur pada tanggal 29 April 2013, sebagai pelabuhan Peti Kemas. Hal ini jelas akan memberikan daya tarik tersendiri pada dermaga teluk bayur dalam melayani berbagai kapal angkutan. Peralatan cangkih yang dipasang pada 12 dermaga dalam melakukan bongkar muat Peti Kemas adalah salah satu alternatif yang dapat menjawab permasalahan kapal-kapal yang antrian untuk berlabuh. Kebijakan Menteri BUMN dalam menanamkan investasi pada pelabuhan teluk bayur, adalah sesuatu yang sangat tepat dan bijak, karena dengan memberdayakan pelabuhan ini akan dapat mengalirkan rupiah semakin besar atau akan menambah pemasukan pada negara yang jumlahnya ratusan milyar rupiah.
Namun disisi lain peralatan canggih dapat menambah atau memperbesar jumlah pengangguran yang disikapi dengan baik dan bijak. Dampak yang demikian dalam sebuah negara maju, adalah yang biasa terjadi, karena tenaga manusia digantikan oleh tenaga mesin. Dalam keadaan yang demikian tentu diperlukan kebijakan yang dapat memihak pada tenaga manusia yang tersingkirkan. Solusi yang diberikan pada mereka harus dilakukan dengan serius, karena jumlah pengangguran tidak saja bertambah akibat dampak teknologi, namun pengangguran yang tumbuh secara rutin akibat kerberhasilan pendidikan, membuat para pemimpin berbuat lebih cepat dan tepat dalam mencarikan solusinya.
Dalam rangka pemberdayaan ekonomi otonomi daerah yang perlu dipacu diberbagai aspek kehidupan, sekaligus mengatasi lonjakan pengangguran yang semakin besar dan menghidupkan suasana kota dan pasar di kota padang, maka diperlukan keberanian yang rasional dalam menyiapkan program yang tepat. Salah satu program dimaksud adalah kembali menghidupkan transportasi laut yang potensi untuk membuka lapangan kerja dan memberikan nilai tambah dalam meningkatkan pemasukan pendapatan asli daerah.
Sesuatu yang mengharukan hingga meneteskan air mata terjadi di era tahun 1970-an yang lalu, ketika kapal berangkat dari pelabuhan dan mengembirakan ketika kapal datang, dimana suasana benar-benar terkondisi, bila berdengung lagu teluk bayur. Tapi apa dikata, hari ini sulit sekali mendapatkan suasana yang alami, sejuk dan berkesan bagi Ranah Minang. Padahal pada saat inilah yang tepat diperlukan pemberdayaan pelabuhan teluk bayur, karena banyak sekali yang dapat dipetik. Untuk itu tidak ada kata tidak untuk menumbuhkan kembali program adanya kapal sebagai transportasi penghububung antara pelabuhan tanjung periuk dengan pelabuhan teluk bayur.
Pemberhentian pemberangkatan dengan kapal dari Padang ke Jakarta, salah satu sebabnya adalah tidak tertutupnya biaya (cost), karena kapal membutuhkan minyak solar yang cukup besar, akibatnya biaya tinggi. Sebenarnya hari ini teknologi perkapalan sudah sangat cangkih, hampir segala-galanya masalah perkapalan dapat diatasi, berbagai inovasi baru bermunculan dalam rangka penghematan energi. Berbagai negara maju sudah menawarkan kapal-kapal angkutan orang dan barang dengan teknologi canggih yang hemat energi, kenapa pemerintah belum bersikap untuk memberdayakan teluk bayur dalam pengangkutan orang. Ketika kita mendengar Informasi dari negara maju, seperti Jepang, Jerman, Amerika dan negara lainnya, yang menyatakan melalui transpor laut, jarak Padang dan Jakarta dapat ditempuh sekitar 26 s/d 28 jam. Maka ketika itu yang terbayang adalah potensi pelabuhan teluk bayur yang dapat menyerap banyak tenaga kerja dan lahirnya mesin uang baru bagi kota padang, sebagai daerah otonomi.
Apabila potensi transportasi dapat hidup kembali dengan baik dan cepat, maka sangat diyakinkan ekonomi kota padang terbangun dengan kecepatan tinggi. Strategi kapal-kapal yang dijadikan sebagai alat transportasi harus dipesan berfungsi ganda. Dimana bagian bawahnya dipersiapkan untuk barang dan bagian atas untuk orang, tempatnya mirip kapal Ferry, tetapi kondisinya lux (mewah) dengan kebersihan, keamanan dan service yang diutamakan. Kapal laut ini akan menjadi pesaing berat bagi pesawat dan bis-bis, sedangkan truk dan mobil kecil yang memanfaatkan jalur darat Padang-Jakarta akan beralih memanfaatkan jalur laut Tanjung Periuk-Telur Bayur. Ada beberapa hal yang dapat dicontohkan, salah satunya, dengan dihudupkan kembali transportasi laut, akan berpengaruh pada murahnya barang-barang. Hal itu disebabkan truk-truk barang akan lebih cenderung menggunakan transportasi laut karena biaya akan lebih efisien, dimana mobil truk akan hemat solar, terawat, dan supirpun bisa istirahat di kapal. Sehingga saat mobil truk sampai di teluk bayur, maka dengan sendirinya barang-barang akan langsung dibongkar di kota padang. Hasil akhir dari pemberdayaan pelabuhan teluk bayur, akan menjadikan Padang kota Berjaya dan Metropolitan, Padang Kota Bisnis, Padang kota Wisata dan Padang Kota Pendidikan.motor mantap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s