PENDIDIKAN

Pendidikan Kita

23 Juli 2013 pukul 18:21
Oleh: DESRI AYUNDA
Calon Walikota Padang

Lihatlah anak-anak kita sekarang, waktunya dirampas dengan gagah perkasa oleh urusan sekolah. Sejak dari PAUD sampai tamat kuliah. Begitu tamat ia gamang karena dunia kerja tak berbanding lurus dengan semua ilmu yang ia pelajari. Ada jarak dan jarak itu tak dijembatani oleh dunia pendidikan. 

Sekolah kata orang bijak, memaksakan segalanya pada peserta didik, seperti orang tasasak waktu berbuka puasa. Hal itu terjadi terus-menerus dengan kurikulum yang terus bertukar.Sementara itu, guru kita dipantau dengan ketat. Tidak ada keleluasaan karena dibingkai dengan keras oleh bahan ajar. Sisi humanis guru terpaksa dikubur karena harus kejar target. Pergi pagi pulang senja. Guru tergigit lidah pada atasan, apalagi pada bupati dan walikota.Para guru dikeker dengan alat ukur bernama sertifikasi. Pada satu sisi ini baik, namun di sisi lain memperkuat asumsi, ijazah mereka tidak berkualitas. Sebenarnya sertifikasi cukup penting untuk pengayaan guru sehingga kualitas semakin terjaga. Apalagi diikuti dengan peningkatan pendapatan.Cuma saja seperti di Padang, dana sertifikasi guru bermasalah, karena disebut-sebut jam mengajar tidak cukup. Bagi guru yang sudah berpuluh tahun mengajar, tambahan pendapatan adalah baik, tapi harga diri mereka jangan dilanyau, sebab akan menorehkan luka. Hati para guru seperti digunting ketika mereka menunggu hak tapi tak kunjung tiba.Pemahaman yang tak sama atas lembaga pendidikan menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan. Kita kalah bersaing dengan tamatan sekolah dan perguruan tinggi di Pulau Jawa. Kenapa? Karena ibarat main bola, semua ingin jadi pemain handal, tapi berlatih tidak serius.

 

Semua ingin masuk IPA lalu IPS terabaikan, padahal bakat minat dan kemampuan manusia berbeda-beda. Sekolah kita mengagung-agungkan ilmu pasti, lalai dengan estetika. Semua ingin jadi dokter, karena gajinya besar. Semua mau bekerja di bank, padahal gajinya tak besar-besar amat. Semua ingin masuk Semen Padang, dan sangat banyak yang mau jadi PNS.Kalau mau jujur rendahnya kualitas pendidikan di Sumatra Barat disebabkan, pengelolaan pendidikan yang bongkar pasang, apalagi sejak otonomi daerah. Kepala daerah bisa seenaknya mencopot kepala sekolah dan menggantinya dengan orang yang ia sukai. Guru berdiri di tempat yang sipi, salah sedikit, dicopot, tak diberi jam mengajar. Ini berdampak buruk pada peserta didik,Lalu, setiap tahun ajaran baru, orang tua murid kalang kabut mengatasi jumlah pungutan. resminya tidak ada pungutan, tapi dipungut juga. Komite sekolah berubah jadi yayasan. Kadang jadi kedok belaka.Belum lagi sistem online. Anak Lubuak Buayo dapat sekolah di Mato Air. Dari ujung ke ujung. Atau anak Lubuak Buayo dapat di Pauh.

 

Tak masuk akal. Saya melihat sistem rayon lebih bagus, tapi untuk masuk SMP 1 Padang misalnya, semua memburu SD Tan Malaka. Jika dapat sekolah di dekat SMP 1 maka dijamin bisa masuk sekolah itu. Tiap-tiap sistem punya kelemahan, sayangnya, pemerintah mengatasi masalah justru dengan membuat masalah baru.Lihatlah anak-anak kita tiap hari, seberapa banyak waktu yang bisa ia pakai untuk bermain? Habis sudah oleh urusan sekolah, apalagi sekolahnya jauh. Angkot sarik pula. Dikasih motor, di jalan sudah seperti sarang semut tercangkul. Penuh sesak. Cemas orang tua melepas anaknya ke sekolah. Apa lagi kalau Padang hujan sore, banjir, maka alamat anak-anak akan sampai di rumah pukul 10 malam, sebab BPBD, Satpol PP dan pejabat terkait sedang tidur di rumahnya. Anak sekolah terlantar, biarkan saja.Berilah anak-anak kita sesuatu yang baik, demi masa depan daerah kita sendiri. (*)

SINGGALANG 23 Mei 2013

 

https://www.facebook.com/notes/desri-ayunda-james-heliward/pendidikan-kita/336410799820515

DESRIYUNDA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s