Ketut Syahruwardi Abbas Anas Urbaningrum Nasibmu?

APA yang kurang pada  Anas Urbaningrum? Selangkah lagi seharusnya ia menjadi Presiden Republik Indonesia.

Segala prasyarat untuk menjadi presiden telah dipenuhi oleh Anas, panggilan akrab lelaki kelahiran Blitar, Jawa Timur, 15 Juli 1969 itu. Dalam usia sangat muda untuk ukuran Indonesia, ia menjadi orang nomor satu pada partai berkuasa, dan sangat mungkin merupakan partai terbesar di Indonesia.

Sejak 23 Mei 2010 ia resmi menjabat Ketua Umum Partai Demokrat. Tak tanggung-tanggung, dalam kongres di Bandung, Anas mengalahkan Andi Mallarangeng dan Marzuki Alie, dua tokoh yang sangat berpengaruh dalam partai yang kini sedang dirundung banyak masalah itu.

Ia adalah tokoh muda yang banyak diharapkan orang ketika negara ini terseok-seok dipimpin politisi gaek. Modal besar untuk meraih kursi RI-1 ada di genggaman Anas. Di lingkungan dua organisasi terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah, Anas sangat bisa diterima. Ia sangat dekat dengan hampir semua tokoh Muhammadiyah yang menganggap Anas merupakan tokoh muda Islam dengan pemikiran modern.

Sedangkan warga NU tak akan merasa enggan merunduk-runduk mencium tangan Anas, karena ia merupakan menantu pemimpin Pondok Pesantren Krapyak, KH Attabik Ali, yang berarti juga cucu menantu tokoh besar NU, almarhum KH Ali Ma’shum. Sebelumnya Anas menjabat Ketua Umum organisasi kemahasiswaan terbesar di Indonesia, HMI, dan kini masih menjadi ketua alumni HMI (KAHMI). Ditambah lagi, ia merupakan salah satu tokoh pergerakan reformasi di tahun 1997-1998 lalu.

Figur yang dikenal luas sangat cerdas ini selalu berpenampilan kalem. Kendati demikian, dalam berbagai forum ia pun acap tampak galak. Kolomnis sejumlah media dan Direktur Komunitas untuk Transformasi Sosial ini juga piawai beretorika baik lisan maupun tulisan, hal yang jarang ditemukan pada orang seusianya.

Setelah selesai mengikuti studi Sarjana Ilmu Politik Universitas Airlangga, 1992, Anas melanjutkan studi Magister Sains Ilmu Politik UI, 2000. Saat ini, ia sedang mengikuti Program Doktor Ilmu Politik di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Dengan latar belakang seperti itu, siapa yang bisa menghambatnya untuk melangkah ke kursi presiden? Jika partai cukup luas menyediakan ruang, maka tim suksesnya dalam kampanye hanya tinggal membalik tangan untuk meraup suara sebanyak-banyaknya.

Tapi, kini, tiga tahun menjelang Pemilu Presiden, Anas terjerembab ke dalam berbagai kasus yang sangat mencoreng wajahnya. Di ulang tahun ke-42-nya, Anas terus saja di-donder berbagai isu tak sedap. Ia dituduh terlibat dalam berbagai kasus korupsi yang dilakukan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.PUTUT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s